admin

Ginjal merupakan organ vital bagi tubuh. Akticitas dan fungsinya sangat kompleks antara lain sekresi, ekskresi dan filtrasi. Ginjal mengeluarkan sisa metabolisme dari dalam tubuh, mengatur keseimbangan cairan dan elektrolik dan mengatur keseimbangan asam basa tubuh. Gangguan batu ginjal muncul karena penumpukan zat-zat tertentu yang melebihi kapasitas kelarutan ginjal. Zat-zat itu gagal dilarutkan dan akhirnya mengkristal lalu berkumpul membentuk pecahan batu yang biasa disebut batu ginjal.

Batu ginjal sering disebut juga nephrolithiasis atau renal calculi. Batu ini terbentuk dari mineral dan garam asam dan biasanya tersusun dari kombinasi kalsiurn oksalat, kalsium fosfat, kalsium fosfat monohidrat magnesium ammonium fosfat, sistin dan asam urat. Berikut penjelasan lebih rinci proses pembentukan batu ginjal di dalam tubuh manusia :

1. Batu oksalat/kalsium oksalat
• Asam oksalat yang terbentuk di dalam tubuh manusia berasal dari metaboiisme asam amino dan asam askorbat yakni vitamin C. Asam askorbat merupakan penyumbang terbesar dari precursor oksalat hingga 30%
• Kalsium oksalat terbentuk hingga 50%yang dikeluarkan oksalat urine. Manusia tidak mampu melakukan metabolisme oksalat sehingga harus dikeluarkan melalui ginjal. Jika fungsi kerja organ ginjal mengandung asupan oksalat berlebihan akan mengakibatkan peningkatan oksalat yang mendorong terbentuknya batu oklasat diginjal.

2. Batu sturvit
Batu sturvit tersusun dari magnesium ammonium fosfat (sturvit) dan kalsium karbonat. Batu sturvit terbentuk di pelvis dan kalik ginjal apabila produksi ammonia meningkat dan pH urine semakin tinggi, sehingga kelarutan tostat berkurang. hal tersebut terjadi akibat adanya infeksi bakteri pemecah urea.

3. Batu urat
Batu urat umumnya terjadi pada penderita gout atau sejenis penyakit rematik, pengguna urikosurik misalnya probenesid atau aspirin dan penderita diare kranis karena khilangan cairan dan peningkatan konsentrasi irine serta asidosis yakni pH urine menjadi asam sehingga terjadi penimbunan yang membentuk asam urat.

4. Batu sistina
Sistem merupakan bagian dari asam amino yang memiliki tingkat kelarutan amino yang memiliki tingkat kelarutan paling kecil. Kelarutan semakin kecil apabila pH urine menurun atau menjadi asam. Bila kadar sistin ini tidak dapat larut dan kemudian mengendap serta membentuk kristal yang kemudian tumbuh di dalam sel ginjal atau saluran kandung kemih akan membentuk batu ginjal.

5. Batu kalium fosfat
Batu kalium fosfat umumnya teriadi pada penderita hiperkalsiurik yakni kadar kalsium daiam urine yang tinggi atau berlebihnya asupan kalsium di dalam tubuh yang berasal dari konsumsi susu dan keju.

Batu – batu ini terbawa ke saluran dibawahnya, yaitu ureter, kandung kemih (buli – buli) dan saluran kencing. Gejala yang bisa ditimbulkan diantaranya.
– Nyeri hebat yang hilang timbul serta merasakan sakit saat berkemih
– Rasa nyeri di bagian pinggang
– Urin tidak lancar, berwarna kuning keruh
– Mual dan muntah
– Perut kembung
– Demam serta menggigil
– Ikut sertanya darah dalam air seni

Batu ginjal bervariasi ukurannya, dapat bersifat tunggal atau ganda. Batu-batu tinggal dalam ginjal atau dapat masuk ke dalam ureter dan dapat merusak jaringan ginjal. Batu yang besar akan merusak jaringan dengan tekanan atau mengakibatkan obstruksi, sehingga terjadi aliran kembali cairan. Kebanyakan batu ginjal dapat terjadi berulang-ulang.

Komplikasi Penyakit : Hidronefrosis keadaan dimana ginjal membesar karena adanya tekanan yang disebabkan penyumbatan kristal batu ginjal di saluran kemih. Komplikasi dari batu ginjal itu sendiri dapat disertai oleh batu ginjal yang disertai hipertensi dan batu ginjal yang disertai diabetes.

FAKTOR PENYEBAB
Penyebab batu ginjal bermacam-macam antara lain :
• Kelebihan sekresi hormon paratiroid
• Asidosis pada tubulus ginjal
• Peningkatan kadar asam urat (biasanya bersamaan dengan radang persendiaan)
• Gangguan metabolisme
• Infeksi saluran kencing
• Berlebihan asupan kalsium

Faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami batu ginjal :
• Riwayat batu ginjal pada keluarga atau pribadi
• Orang dewasa
• Pria
• Dehidrasi
• Mengkonsumsi diet tinggi protein, tinggi natrium, dan tinggi gula
• Obesitas
• Penyakit pencernaan dan pembedahan yang menyebabkan perubahan proses pencernaan
• Kondisi medis lain, termasuk encok; hiperparatiroidisme, dan infeksi saluran kemih

KANDUNGAN SENYAWA AKTIF DALAM FORMULASI

Renalcidon diformulasikan secara khusus menggunakan bahan-bahan herbal yang mempunyai khasiat untuk menjaga kesehatan fungsi ginjal. Renalcidon mengandung senyawa aktif alami seperti diantaranya :

1. Bersifat diuretik, yaitu membantu pelepasan urine dalam tubuh karena mengandung senyawa orthosiphonin dari herba Orthosiponis aristatus dan kalium dari herba Plantago major. Kalium bersifat peluruh kencing dan dapat melarutkan endapan garam kalsium yang terdapat dalam ginjal dan kandung kemih.
2. Mambantu keseimbangan elektrolit pada ginjal dengan adanya ion-ion Na, K.
3. Mengandung senyawa aktif (apigenin-7-0-glukosida, phyilanthin, hypophyllanthin, niranthin, nietetralin) yang memiliki potensi untuk menghambat kerja enzim xanthine oksidase dan super oksidase, bila berikatan dengan kalsium dari batu ginjal membentuk senyawa kompleks kelat yang mudah larut dan ion-ion (Na, K) akan berikatan dengan asam urat membentuk senyawa garam yang mudah larut dalam air sehingga kristal yang sudah terbentuk di dalam pembuluh darah dan ginjal akan ikut terlarut. Dengan mekanisme ini, kelebihan kristal batu ginjal dan asam urat dalam tubuh akan dibuang.
4. Memiliki aktivitas antibakteri (adanya senyawa fenol) terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtitis, Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa. Aktivitas antibakteri dibutuhkan untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih akibat terperangkapnya bakteri di saluran kemih di atas daerah yang tersumbat. Serdasarkan penelitian juga disebutkan bahwa senyawa fenol efektif mengatasi infeksi saluran kemih atau ureter yang disebabkan bakteri Eschericia coli dengan cara menghambat replikasi DNA bakteri. Selain itu, senyawa aukubin dari herba Plantago majorjuga berkhasiat antiseptik.
5. Kandungan minyak atsiri, flavonoid, asam organik dan mineral berfungsi sebagai analgesik bagi tubuh bekerja dengan jalan menghambat pembentukan prostaglandin (mediator nyeri). Analgesik adalah obat yang mengurangi bahkan meghilangkan rasa sakit tanpa diikuti hilangnya kesadaran, nyeri merupakan tanda bahwa adanya gangguan ditubuh seperti infeksi, peradangan maupun kejang otot. Mengurangi rasa sakit saat berkemih dan rasa sakit yang terjadi karena adanya gesekan dari kristal-kristal batu ginjal yang menekan pembuluh darah akibat dari cairan getah bening yang berfungsi sebagai pelicin tidak berfungsi secara optimal.
6. Sebagai antioksidan karena kaya kandungan karetenoid dan asiatikosida yang bekerja merangsang praduksi enzim antioksidan alami dalam tubuh seperti katalase, superoksida dismutase (SOD), gluthione peroxidase (GSHPx), antioksidan glutathione (GSH). Senyawa asiatikosida, mampu meningkatkan stamina dan vitalitas. Herba Plantago major juga bersifat tonikum yaitu menciptakan tenaga. Sinergis efeknya dengan senyawa yang bersifat sebagai antioksidan.
7. Berpotensi sebagai imunostimulan, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena kandungan vitamin A, C, B1 dan B2 yang tinggi. Selain itu juga mengandung senyawa yang aktif berperan sebagai mitogen; yaitu molekul penginduksi sel agar membelah. Dengan adaya mitogen sistem imun berlangsung lebih tinggi dan lama, karena mitogen akan bereaksi dengan permukaan sel imun ketika bakteri patogen menyerang sehingga mempengaruhi sell B untuk mensekresi antibody dengan mengaktifkan sel T penolong.

KHASIAT
1. Membantu melarutkan batu ginjal dan mengefuarkannya bersama dengan urine
2. Memelihara kesehatan ginjal dengan menjaga keseimbangan elektrolit pada ginjal
3. Bersifat diuretik, mendorong pelepasan urine dari dalam tubuh
4. Mengatasi infeksi saluran kemih atau ureter karena aktivitasnya sebagai antibakteri
5. Mengaiasi gejala yang ditimbulkan seperti nyeri yang hebat
6. Mengatasi peradangan bila telah terjadi peradangan
7. Mempercepat penyembuhan sel-sel yang rusak karena kaya akan antioksidan
8. Meningkatkan stamina dan vitalitas tubuh

SARAN

  1. Minum lebih banyak air putih minimum 2 Liter/hari, lebih banyak lebih baik sehingga dapat mengurangi risiko infeksi dengan membilas bakteri dari saluran kemih.
  2. Istirahat yang cukup
  3. Hindari minuman dan makanan yang mengandung sirup jagung tinggi fruktosa
    Konsumsi susu 1-3x sehari
    Batasi asupan daging dan makanan yang kaya oksalat; seperti rhubarb, bit, okra, bayam, ubi jalar, cokelat, dan qroduk kedelai.

DOSIS
Sekali sehari 2 kapsul

Tiap kapsul mengandung ekstrak

Sonchus arvensis folium 45 mg
Phylantus niruri herba 50 mg
Gynura procumbent folium 50 mg
Orthosiponis aristatus folium 45 mg
Centella asiatica folium 35 mg

February 18, 2016

Herbamed Renalcidon – Herbal untuk Batu Ginjal, Batu Empedu, Batu Kandung Kemih

Ginjal merupakan organ vital bagi tubuh. Akticitas dan fungsinya sangat […]
February 18, 2016

HERBAMED SPASMOLDIN – HERBAL UNTUK GANGGUAN LIMPA DAN RADANG PENCERNAAN

Obat Tradisional Alami SPASMOLDIN – HERBAL UNTUK GANGGUAN LIMPA DAN […]
February 17, 2016

HERBAMED BODINAFIT – HERBAL UNTUK INFLUENZA DAN DEMAM

Penyakit flu/influenza sangat erat kaitannya dengan sistem imun atau sistem […]
February 17, 2016

HERBAMED ASMADON – HERBAL UNTUK ASMA

HERBAMED ASMADON – HERBAL UNTUK ASMA – Hubungi 081226222999 – 087739392121. Membantu […]